Sosialisasi Empat Pilar di Makassar, Ashabul Kahfi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa
2 mins read

Sosialisasi Empat Pilar di Makassar, Ashabul Kahfi Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa

Makassar, 10 Maret 2026 – Upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan terus digalakkan di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kota Makassar dengan menghadirkan narasumber utama, Dr. H. Ashabul Kahfi, M.Ag.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh-tokoh masyarakat, pemuka agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi serta respons terhadap materi yang disampaikan, terutama terkait pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pemaparannya, Kahfi menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menekankan bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, tantangan terhadap persatuan bangsa semakin nyata, terutama melalui penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dan potensi polarisasi di masyarakat.

“Persatuan bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya, tetapi harus terus dirawat dan diperjuangkan. Dalam konteks kekinian, menjaga persatuan berarti mampu menyaring informasi, mengedepankan dialog, dan menghindari konflik yang berpotensi memecah belah,” ujar Kahfi dalam sesi pemaparan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan besar jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan, khususnya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan kekhawatiran terkait meningkatnya polarisasi sosial, terutama menjelang momentum politik. Menanggapi hal tersebut, Kahfi mengajak masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi etika berpolitik yang sehat serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan.

“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu memutus tali persaudaraan. Persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas di atas kepentingan kelompok,” tegasnya.

Para tokoh masyarakat yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Mereka menilai sosialisasi Empat Pilar sangat relevan dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas dan keharmonisan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga mampu membangun komitmen bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat persatuan dan kesatuan dapat terus terjaga, khususnya di Kota Makassar sebagai bagian dari Indonesia yang majemuk.

Sebagai penutup, Kahfi mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen persatuan di lingkungan masing-masing. Ia menekankan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Indonesia akan tetap kuat jika kita bersatu. Dan persatuan itu dimulai dari diri kita sendiri, dari cara kita berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Kahfi.